Mengatasi Mabuk Perjalanan

Dear, Traveler… pernah mengalami mabuk jalan ? iya deh kalau belum, tapi pernah mengalami mabuk cinta kan.. ? #eaaaa

pic from : blogdokter.net

pic from : blogdokter.net

Bagi yang sedang melakukan perjalanan pasti menginginkan suasana yang nyaman untuk dapat menikmati perjalanan yang dilakukan, terlebih jika kita sedang melakukan perjalanan dalam rangka liburan. Terkadang ada beberapa orang yang mengalami mabuk perjalanan dan sangat mengganggu kenyamanan perjalanan yang dilakukan. Kebanyakan anak anak yang sering mengalami kejadian ini. Di sini, kita akan jelaskan apa itu mabuk jalan, dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa itu mabuk jalan alias “motion sickness”?
Jika  mengacu dari istilahnya dalam bahasa Inggris yaitu “motion sickness”,  di mana motion  artinya gerakan, maka mabuk jalan ini adalah suatu sickness (penyakit, gangguan) yang disebabkan oleh adanya gerakan. Gangguan ini ditandai dengan rasa mual, pusing, atau bahkan muntah ketika berada dalam perjalanan. Penyakit ini merupakan gangguan yang tejadi pada telinga bagian dalam (labirin)  yang mengatur keseimbangan, dan disebabkan karena adanya gerakan yang berulang, seperti gerak ombak di laut, pergerakan mobil, perubahan turbulensi udara di pesawat, dll. Beberapa orang bisa mengalami mabuk perjalanan jika menumpang mobil, bus, kapal, atau pesawat udara. Bedakan dengan gejala mabuk cinta ya Traveler, apalagi mabuk duren.. hihihi…

Bagaimana mengatasi mabuk perjalanan?
Jika Anda termasuk yang gampang mabuk perjalanan, ada beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah mabuk jalan:

  1. Naiklah kendaraan di bagian di mana mata Anda akan melihat gerakan yang sama dengan yang dirasakan oleh tubuh (jadi jangan duduk menghadap ke belakang misalnya, atau di samping, yang tidak searah dengan gerakan mobil). Kalau di mobil atau bus, duduklah di depan dan lihat ke depan. Sebagian orang akan mengalami mabuk perjalanan jika menumpang mobil, tapi tidak mabuk ketika menyopir. Mengapa? Karena pada saat menyopir pandangannya bisa fokus ke satu arah. Kalau di kapal, pergilah ke dek dan melihat gerakan horizon. Kalau di pesawat, duduklah dekat jendela dan melihat keluar. Juga duduklah di bagian dekat sayap, di mana gerakan terasa paling minimal. Jika di kereta api, pilihlah tempat di bagian depan dan dekat jendela.
  2. Jangan membaca di kendaraan yang sedang berjalan, ini bisa memicu mabuk jalan. Termasuk juga main game menggunakan tablet atau iPad. Lebih baik mendengarkan lagu dengan mata tertutup.
  3. Jangan melihat atau bicara dengan orang lain yang juga gampang mabuk jalan. Kadang mabuk jalan ini bisa “menular”
  4. Hindari bau-bauan yang kuat yang bisa memicu mual. Yang sensitif sama bau keringat, dan di dalam kendaraan umum warning yaaa Traveler…
  5. Hindarkan makan makanan berat, berbumbu tajam dan berlemak, terutama sebelum dan selama perjalanan.
  6. Gunakan obat anti mabuk. Obat yang paling sering dipakai untuk mengatasi mabuk jalan adalah golongan antihistamin. Obat ini bekerja memblok reseptor histamin di otak yang berada di chemoreceptor trigger zone (CTX) yang mengkoordinasikan input2 tadi. Obat ini bisa mencegah mual, muntah, dan pusing akibat mabuk jalan. Antihistamin yang sering dipakai adalah dimenhidrinat (ada berbagai nama paten, yang terkenal tuh antimo) atau meklizin. Obat sebaiknya diminum sebelum perjalanan dimulai. Ada studi melaporkan bahwa jahe bisa mengurangi mabuk jalan, jadi bisa juga dicoba minum wedang jahe atau mengulum permen jahe, walaupun mungkin hasilnya akan bervariasi antar orang.

Tipe-Penumpang-Nyebelin-di-Angkot3

Nah, itu sedikit pembahasan tentang mabuk perjalanan, apa dan bagaimana mengatasinya. Walaupun sudah siap siap obat dan cara, namun yang biasa mabuk tetap harus membawa kantong plastik untuk berjaga jaga jika memang terjadi mabuk dan muntah di perjalanan. Atau jika dengan mobil pribadi, maka berhentilah dahulu sampau mual nya mereda. Happy Travelling, and keep in touch traveler ^^ (source : www.zulliesikawati.wordpress.com)

www.duniatraveling.co.id | Your Best Traveling Solution

 

Blog Attachment

Leave us a Comment