Tips : Bertahan di Hutan jika Tersesat

Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting. Pokoknya hutan itu yang lebat lebat lah pohon-pohonnya dan minim kehidupan manusia traveler.  Nah, bagi traveler yang hobi masuk keluar gunung atau hutan bisa saja mengalami kejadian yang tidak diinginkan, tersesat misalnya… berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan ketika kita tersesat di hutan.

hutan

  1. Hemat Batre Ponsel
    Meminta pertolongan dengan menelepon rekan perjalanan jadi cara paling mudah untuk kembali bersama rombongan. Sebelum melakukan hal itu, sebaiknya periksa dulu baterai ponsel Anda. Jika baterai ponsel masih cukup dan sinyal stabil, silakan menghubungi rekan perjalanan secepatnya. Namun jika baterai tinggal sedikit dan sinyal tidak stabil, sebaiknya hemat baterai yang ada. Jika hari sudah sore, segera cari tempat perlindungan yang lebih terbuka dan lanjutkan usaha menghubungi rekan esok hari.
  2. Mencari Sumber Air Minum yang Aman di Minum
    Hal terpenting lain yang tak boleh dilupakan jika tersesat di hutan adalah tetap menjaga tubuh agar tidak dehidrasi. Banyak akar akar yang mengandung air dan aman di minum, tetapi jika di hutannya kecil tentu tidak ada hal tersebut. Nah berikut ciri-ciri air yang aman di minum di hutan.
    Air nya bening dan di dalamnya terdapat tanda-tanda kehidupan. Jika di dalam air tersebut terdapat jentik-jentik nyamuk ataupun sebangsa ikan, berarti air tersebut layak untuk kita minum. Jangan sekali kali traveler mencoba meminum air yang ada di hutan rimba tanpa adanya tanda kehidupan di dalam air tersebut, bisa jadi air itu berbahaya, atau beracun sehingga tidak ada hewan yang hidup di dalamnya. Jika memang ternyata tidak ada air di hutan, maka cara ini dapat dilakukan :

    • kumpulkan embun dengan daun yang besar atau air hujan yang layak untuk di minum
    • batang bambu adalah salah satu tempat untuk mendapatkan air segar di dalamnya. Traveler bisa membuat lubang kecil di pangkal salah satu batang. Kemudian dengan memotong bambu diameter kecil, gunakan sebagai sedotan.
  3. Mencari Buah atau Tanaman yang Bisa diKonsumsi
    Jika kehabisan bahan makanan, traveler bisa memanfaatkan tumbuhan di sekitar sebagai sumber makanan. Buah misalnya, Tentunya kita harus bisa membedakan mana buah yang beracun mana yang tidak. ciri buah beracun tentunya dengan rasanya yang pahit, atau berwarna kebiru biruan bahkan ungu, dan jika matang atau ranum tidak ada satupun hewan memakannya, termasuk serangga kecil bahkan monyet. Buah yang aman di konsumsi adalah buah dengan rasa asam atau manis, jika buah itu matang maka ada bekas hewan memakan , maka itu aman kita konsumsi. Hewan yang bisa jadi patokan adalah monyet, kelelawar, tupai, ataupun kelinci. Atau bisa menentukan nya sebagai berikut :

    • hindari tumbuhan dengan warna kebiru biruan
    • hindari memakan jamur liar
    • hindari tanaman berduri
    • jika buah yang dimakan berlendir atau pahit, maka jangan di habiskan.
  4. Membuat Tempat Istirahat
    Membuat tempat istirahat dadakan menjadi penting ketika tersesat dan hari mulai gelap. Jika ingin sedikit bersusah payah, traveler bisa membuat tempat perlindungan berupa panggung sederhana dari bambu yang diikat dengan tali. Kalau bisa, panggung dibuat lebih tinggi untuk menghindari serangan binatang buas.
  5. Membuat api unggun
    Binatang buas keluar pada malam hari dan takut pada api. Untuk itu, jangan lupa untuk membuat api unggun. Tak perlu besar, yang penting apinya cukup untuk menyinari traveler dan bisa menghalau binatang mendekat. Namun, jika berada di kawasan banyak badak, jangan sekali kali membuat kobaran api karena badak setiap melihat api akan lari untuk memadamkannya.

 

PASTI BERMANFAAT kan traveler !! ^^
selamat berpetualang…..dan Selalu hati hati yaahh

source : http://travel.detik.com | www.pecintaalam.org

www.duniatraveling.co.id | Your Best Travelling Solution

Blog Attachment

Leave us a Comment